Semangat keislaman dan kebudayaan etnis Donggo,.


Oleh : Sadam AB

A. "Semangat keislaman"

Islam lahir dari rahim yang membebaskan belenggu dari kaum mustak'birin (penindas) untuk mengangkat derajat kaum mustad,afin (tertindas) Adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan yang melekat dalam setiap diri manusia. 

Islam yang senantiasa memberikan energi perubahan mengharuskan para penganutnya untuk melakukan inovasi, internalisasi, eksternalisasi maupun obyektifikasi.

Dan yang paling fundamentalpeningkatan gradasi umat diukur dari kualitas keimanan yang datang dari kesadaran paling dalam bukan dari pengaruh eksternal. 

Perubahan merupakan suatu keharusan, dengan meningkatkan keyakinan akan Islam sebagai landasan ideologis dalam berinteraksi secara vertikal maupun horizontal, maka pemilihan Islam sebagai spirit perjuangan merupakan pilihan dasar dan bukan implikasi dari sebuah dinamika kultur. Demi tercapainya idealisme ke-Islaman dan kebudayaan. 

maka bertekad Islam dijadikan sebagai doktrin yang mengarahkan pada peradaban secara integralistik, transendental, humanis dan inklusif. Dengan demikian etnis Donggo harus berani menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta prinsip-prinsip demokrasi tanpa melihat perbedaan keyakinan dan mendorong terciptanya penghargaan Islam sebagai sumber kebenaran yang paling hakiki dan menyerahkan semua demi ridho-Nya

Islam sebagai landasan nilai transformatif yang secara sadar dipilih untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Islam mengarahkan manusia untuk mencapai tujuan dan idealisme yang dicita- citakan. Untuk tujuan dan idealisme tersebut maka umat Islam akan ikhlas berjuang dan berkorban demi keyakinannya.

Ideologi Islam senantiasa mengilhami, memimpin, mengorganisir perjuangan, perlawanan, dan pengorbanan yang luar biasa untuk melawan semua status quo, belenggu dan penindasan terhadap umat manusia.

B. "Sosial kultural (kebudayaan)"

Islam yang masuk di kepulauan Nusantara telah berhasil merubah kultur masyarakat terutama di daerah sentral ekonomi dan politik menjadi kultur Islam. Keberhasilan Islam yang secara dramatik telah berhasil menguasai hampir seluruh kepulauan nusantara. 

Tentunya hal tersebut dikarenakan agama Islam memiliki nilai-nilai universal yang tidak mengenal batas-batas sosio-kultural, geografis dan etnis manusia. 

Sifat Islam ini termanifestasikan dalam cara penyebaran Islam oleh para pedagang dan para wali dengan pendekatan sosio-kultural yang bersifat persuasif. 

Masuknya Islam secara damai berhasil mendamaikan kultur Islam dengan kultur masyarakat nusantara. 

Dalam proses sejarahnya, budaya sinkretisme penduduk pribumi ataupun masyarakat, ekonomi dan politik yang didominasi oleh kultur tradisional, feodalisme, mampu dijinakkan dengan pendekatan Islam kultural ini. Pada perkembangan selanjutnya, Islam

tumbuh seiring dengan karakter kebudayaan dan secara tidak langsung telah mempengaruhi kultur donggo yang dari waktu ke waktu semakin modern. Karena mayoritas etnis Donggo adalah beragama Islam, maka kultur Islam telah menjadi realitas sekaligus memperoleh legitimasi social dari bangsa Indonesia yang pluralistik. 

Dengan demikian wacana kebangsaan di seluruh aspek kehidupan ekonomi, politik, dan sosial budaya, meniscayakan transformasi total nilai- nilai universal Islam menuju cita- cita mewujudkan peradaban Islam.

Semangat kebudayaan Islam yang mendoktrin etnis Donggo untuk melakukan suatu langkah yang sesuai dengan tuntutan jamannya, telah menjadi rahim baru untuk membentuk citra pengabdian dalam peningkatan kualitas ekonomi dan politik.

Oleh kerena itu, dengan semangat keislaman dan kebudayaan etnis Donggo diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam setiap dinamika politik dan ekonomi dalam segala aspek sosinya.


Komentar